October 17, 2008

Branding The Faith

Upaya ini patut diacungi jempol, di tengah hujatan sebagian besar warga US, Gain Peace sebuah proyek unggulan dari sebuah lembaga Islamic Circle of North America (ICNA) menyediakan jasa hot line, konsultasi dan diskusi tentang Islam, dakwah lewat media radio, advertising, training dan seminar, perpustakaan gratis, Quran gratis, dan banyak lagi.

Untuk lebih lengkapnya bisa dibacalangsung di bawah ini.

Gain Peace, Berdakwah Lewat Bis Kota
Kamis, 16 Okt 2008 16:13

Dakwah bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memasang iklan di bis-bis kota. Hasilnya ternyata lebih dari yang diharapkan, banyak orang yang menyatakan diri ingin masuk Islam setelah melihat iklan tersebut.

Adalah organisasi Muslim yang berbasis di Chicago, Gain Peace yang memasang iklan-iklan tersebut. Mereka mengeluarkan biaya sebesar 29.900 dollar untuk memasang iklan layanan masyarakat di 25 bis CTA (Chicago Transit Authority) yang melayani jalur di sepanjang North Side. Iklan-iklan itu sebenarnya bagian dari kampanye mereka dalam upaya meluruskan pandangan-pandangan yang salah tentang Islam di kalangan masyarakat Barat.

Karena dipasang dibadan mobil yang ukurannya cukup besar, iklan-iklan dengan mudah terlihat oleh masyarakat Chicago. Salah satu warga Chicago yang tertarik dengan iklan itu adalah Moses Robinson, 38, yang bekerja di sebuah perusahaan software. Saat jam istirahat, ia keluar kantor dan melihat salah satu bis yang melintas di Canal Street dengan iklan Gain Peace di badan bis tersebut.

“Semua informasinya ada dalam satu tempat,” kata Robinson yang langsung mencatat nomor telepon Gain Peace yang tertera di iklan tersebut. Ia lalu menelpon Gain Peace dan setelah bertemu dengan orang-orang Gain Peace, Robinson menyatakan dirinya ingin masuk Islam di hari berikutnya.

Tentu saja, banyak juga orang yang tidak mempedulikan iklan tersebut. Mereka yang tahu, sebagian mengatakan iklan semacam itu tidak layak ditempelkan di badan bis. Tapi pengelola CTA mengatakan iklan Gain Peace tidak bermasalah, karena banyak iklan-iklan kampanye bertemakan keagamaan yang juga dipasang di bis-bis CTA lainnya.

Pihak Gain Peace mengatakan, kampanye mereka dengan memasang iklan-iklan layanan informasi di bis-bis CTA cukup sukses. “Kami menerima delapan orang yang menyatakan ingin masuk Islam, menjawab sekitar 400 telepon yang masuk dan hit situs kami naik hingga 75.000 dalam satu minggu,” kata Sabeel Ahmad, direktur Gain Peace.

Karena sukses, Gain Peace memperpanjang pemasangan iklannya di bis-bis CTA untuk enam minggu kedepan. (ln/icty/chicagotribune

October 16, 2008

Raja Onta di angkot

Yang ringan tentang moving ads

Ya, Raja Onta. Kurang lebih tiga bulan terakhir ini mata saya selalui dihantui oleh Raja Onta. Terutama ketika di perjalanan menuju kantor dan pulang ke rumah selalu melihat si Raja Onta di bagian belakang angkot (kaca mobil angkot). Ya itu…stiker sarung printing cap RAJA ONTA. Selama itulah nama itu nempel terus dan menjadi bahan pemikiran tentang promosi bergerak (Moving Ads). Sebenarnya promosi bergerak sudah lama dan banyak diterapkan antara lain di Bus, taksi, motor-motor delivery service dan lain2. Khususnya stiker yang di temple di kendaraan bermotor memang diakui efektif untuk pengenalan suatu produk/brand baru. Efektif karena penyebaran siker ini ditempel di mobil angkutan umum yang jumlahnya sangat banyak, jadi siapa saja bisa melihatnya.

Sebenarnya Raja Onta ini bukan yang pertama, ingat kapanlagi.com? Situs entertainment terbesar di Indonesia yang menggunakan cara ini dan terbukti efektif, banyak orang yang kenal dan bahkan menjadi anggota komunitasnya. Balik lagi ke Raja Onta, ketika orang sudah tidak asing lagi dengan nama ini maka sang pengusaha sarung ini harus mempersiapkan perangkat-perangkat marketing nya untuk menjawab rasa ingin tahu masyarakat tentang si Raja Onta, misalnya: sarung jenis apa yang ditawarkan dan tersedia, info kualitas produk, dimana dan bagaimana mendapatkan/membeli sarung ini. Ketika rasa ingintahu ini tidak diperoleh karena informasi tentang si Raja Onta ini minim alias tidak ada maka bisa menjadi boomerang.

Pemilihan nama (dalam hal ini menyangkut merk dagang suatu produk) seperti nya juga menjadi syarat penting agar mudah di ingat orang. Nama Raja Onta sepintas menyiratkan makna yang ringan, lucu, mudah diingat dan unik. Seperti juga kapanlagi.com bahkan sering beberapa hurufnya sengaja di lepas (dihingkan) sehingga membentuk kata: kapan lagi om, apa lagi om, lagi om.

Intinya adalah: sebuah stiker mungkin sebuah benda yang remeh, tapi menjadi masalah besar (menguntungkan) ketika di manfaatkan dengan bijak dan penuh pertimbangan yang matang untuk memasarkan atau mengenalkan sebuah produk/brand.

October 10, 2008

Congo, TNI dan VESPA

Belajar dari Vespa
Pernah dengar Vespa Congo? Lho apa hubungannya Vespa dengan Congo? Sepertinya hal ini sangat ‘gak nyambung’ jika memikirkannya. Ok, kita lihat dulu sejarahnya, diawali dengan perang yang berkecamuk di benua Afrika dalam dekade 1960-an. Sebagai bagian dari kepedulian Bangsa Indonesia terhadap perdamaian dunia, maka Indonesia mengutus pasukan TNI terbaiknya (Pasukan GARUDA) ke Congo. Setelah berakhirnya tugas di Congo Pasukan Garuda Indonesia menerima tanda penghargaan dari Pemerintah RI salah satunya ya…itu… motor VESPA. Sejak itulah Vespa jenis berbodi bulat ini dinamakan VESPA CONGO. Sejak itu pula lah popularitas Vespa di tanah air naik. Dan yang menariknya lagi sampai sekarang Vespa Congo menjadi motor incaran para kolektor maupun penggemar scooterist di Indonesia dan seluruh dunia. Kenapa bisa? Konon kabarnya Vespa jenis ini bukan dibuat oleh pabrikan Italy tetapi oleh pabrikan Jerman dengan bodi baja yang lebih kuat dan keras serta tingkat kelengkapan lebih dari pada Vespa made in Italy yang umum beredar di Indonesia. Mau tahu berapa nilai Vespa Congo sekarang ini? “Sudah ada yang nawar 12,5 juta tapi nggak saya kasih!” begitu jawaban seorang veteran TNI ketika ada yang menawar. Lebih mengejutkan lagi Ada yang, mematok harga mulai 21 juta, 25 juta, bahkan 22.500 dollar AS (sekitar 213juta!).

Moment, Identity & Quality (MIQ)
Nah, melihat fenomena itu bisa ditarik kesimpulan bahwa moment (peristiwa), identitas (brand) dan kualitas (MIQ) menjadi pemegang peran yang sangat kuat. Moment (peristiwa) diwakili dengan perang Congo; Identitas (brand) diwakili Pasukan TNI Garuda Indonesia dan Vespa; kualitas diwakili dengan negara Jerman yang kita kenal sebagai negara yang unggul dalam teknologi, kecermatan perhitungan. Dan, sekarang apabila setiap diri kita atau sebuah institusi mempunyai sifat yang unik, beda dari yang lain, inovatif, kreatif dalam menghasilkan suatu karya yang berkualitas ditunjang lagi dengan kepekaan intuisi dalam memanfaatkan peluang/momen secara cepat dan tepat maka bisa di ibaratkan kita sebagai Vespa Congo yang dicari orang karena hal-hal diatas (MIQ).

Jadi mudah-mudahan semua menjadi faham, tidak bingung lagi membaca judul diatas kemudian menjadi pemicu bagi kita untuk mengembangkan skill untuk sukses dalam segala hal positif yang kita inginkan dengan memanfaatkan Moment, Identity dan Quality.

Kreanova (dari berbagai sumber)

August 1, 2008

Beginilah Para Capres Amerika Mulai Membangun “Merk”nya

Logo Para Capres Amerika

Dua Parpol Amerika yang bersaing mengampanyekan para capresnya yaitu Demokrat dan Republik, telah melewati berbagai tahapan kampanye. Sama halnya dengan di Indonesia, berbagai media kampanye seperti fliers, poster, internet, dll telah pula digelar. Ada satu hal yang tidak pernah mereka lewatkan dalam membangun “merk” kandidatnya, yaitu logo. Sebuah website di Amerika mencoba menganalisis strengths and weaknesses -nya.

July 23, 2008

Jagonya Bikin Atribut Kampanye

July 17, 2008

Personal Branding ala HANCOCK

Semalam saya bermalam mingguan bersama istri sambil menonton film Will Smith terbaru berjudul “HANCOCK”, adalah seorang Jhon Hanckok yg diperankan oleh Will smith, seorang superhero pemabok yg sama sekali tidak memiliki kepekaan terhadap publik, dia selalu menolong orang dengan caranya sendiri yg sangat berbahaya bagi orang-orang yg mau ditolongnya, saat dia melalukan aksinya seringkali menyebabkan kerusakan properti umum, tingkah ini sangat merugikan masyarakat, dan juga menyebabkan dia dikecam oleh warga dunia.

Personal Brand Image Hancock yg salah kaprah ini dikuatkan oleh video-video dia di YouTube, diantaranya yg merekam beberapa saat setelah dia memadamkan kebakaran sebuah apartemen, dengan pakaian compang-camping (terbakar) dan terkesan ‘maaf’ agak porno, karena sebagian pakaian bagian belakangnya kebakar, dia landing didepan anak-anak yg sedang membeli ice-cream. Kisah lainnya di YouTube merekam video cara Hancock menyelamatkan ikan paus yg terdampar dipantai, dengan entengnya hancock melempar ikan paus tsb ke tengah laut dan mengenai kapal layar yg tengah berlayar disana hingga tenggelam.

Tingkah laku Hancock yg seenaknya ini, bersamaan dengan pemberitaan media (TV, Koran dan Social Media) yg mengkonfirm sikap ini, membuat publik semakin membenci Hancock. Sayangnya Hancock bukanlah tipe orang yg peduli dengan pendapat publik.

Lha… gimana ini? Seharusnya dalam cerita-cerita superhero, biasanya mereka dicintai dan dielu-elukan setiap saat. Sifat mereka seringkali menjadi teladan bagi masyarakat awam, suka menolong serta rela berkorban.

Pada film Spiderman, ada sebuah nasehat “Bahwa didalam kekuatan besar, terkandung kewajiban yang besar pula”, semacam aturan dasar yg wajib dijalankan bagi setiap superhero.

Apa yg terjadi selanjutnya adalah ketika Hancock menyelamatkan dengan seorang eksekutif humas Ray Embrey (Jason Bateman), Ray berusaha membantu memulihkan image Personal Brand Hancock, mengembalikan image seorang superhero yg seharusnya (dicintai dan disayangi warga dunia).

Perubahan musti dilakukan, sifat, sikap dan gaya hidup Hancock harus berubah 180derajat.

Mulai dari menghilangkan kebiasaan minum minuman keras hingga menata cara Hancock berpakaian. Action Hancock selanjutnya harus berubah, walaupun berat, namun ketika dijalani mulai berdampak positif bagi brand image Hancock. Televisi, koran-koran, dan YouTube mulai banyak memuat berita-berita positif tentang brand image Hancock yg baru.

Dari film Hancock, saya mengambil beberapa kesimpulan untuk perbaikan Personal Branding Image:

1. Peliharalah brand image anda dengan baik, jangan sampai audience/market kita menerima brand image yg salah mengenai kita. Jangan seperti Hancock yg dulu, seorang superhero biang kerusakan yg dibenci warga dunia, jadilah Hancock seorang superhero pembela kebenaran yg dicintai warga dunia.

2. Jangan abaikan pemberitaan tentang brand kita di media (cetak, TV, radio) dan Social Media (YouTube, Facebook, Del.icio.us, dll), pastikan berita yg beredar sesuai dengan message yg kita sebarkan, bila tidak sesuai, secepatnya lakukanlah recovery.

3. Apabila brand image anda sudah sesuai dengan original message dari anda, maka buatlah market percaya bahwa keahlian anda bisa diandalkan, dengan adanya bukti-bukti yg otentik.

Jadi, apakah personal brand image anda telah sesuai dengan tujuan utama anda?

Sumber: KOMPAS

July 3, 2008

Pemasaran Politik

Beberapa hari ke depan media-media di Indonesia baik cetak maupun elektronik, akan diramaikan dengan iklan-iklan politik partai peserta PEMILU 2009. Demikian pula dengan media luar ruang seperti billboard, baliho, dan spanduk akan bertebaran menampilkan logo partai dan foto calon anggota dewan dari masing-masing partai. Penyelenggaraan PEMILU 2009 memang masih agak jauh (5 April 2009). Tapi berdasarkan Keputuhan KPU N0. 9 tahun 2008, pelaksanaan kampanye akan digelar mulai 8 Juli sampai 1 April 2009. Menurut KPU, panjangnya masa kampanye ini bertujuan pertama memberi kesempatan kepada parpol untuk memperkenal diri; dan kedua memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Keberhasilan partai politik dalam meraih suara, sangat ditentukan oleh strategi komunikasi pemasaran politik yang mereka lakukan.

Dalam dunia bisnis, tujuan akhir pemasaran adalah kepuasan konsumen melalui produk yang dikonsumsi. Sedang pemasaran politik mengincar terbentuknya makna-makna politik dalam benak konsumen melalui stimulus produk politik. Makna-makna itulah yang akhirnya mengarahkan pilihan pemilih.

Pendiri Marketing for Buliding Center Adman Nursal menyebut sembilan elemen model 9P untuk membentuk makna politis. Positioning yang menjadi strategi untuk memasuki jendela pikiran pemilih. Melalui strategi ini, hubungan asosiasi diharapkan mampu menancapkan keunggulan seorang kandidat ke benak pemilih. Penentuan positioning dilakukan dengan pertimbangan faktor internal, eksternal dan segmen pemilih yang menjadi sasaran.

Positioning dijabarkan dalam produk politik 4P; policy, person, party dan presentation. Policy menggambarkan tawaran program jika kelak kandidat terpilih. Program merupakan solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat. Namun pada praktiknya, ada kontestan Pemilu yang mengusung program-program cerdas nan solutif akhirnya gagal memperoleh kursi. Hal ini karena pemilih juga melihat kepribadian kandidat dan kemampuan merealisasikan program, partai yang menaungi dan cara kandidat menyampaikan policy.

Ada dua jalan penyampaian program, secara langsung dan melalui perantara. Produk politik dapat langsung disampaikan kepada pemilih (push marketing) melalui 7 alat; iklan, direct marketing (surat, SMS, email dsb), acara khusus, kontak personal, public relation, pernak-pernik dan posko politik. (pull marketing) baik gratis melalui pemberitaan maupun membayar melalui iklan. Sedangkan penyampaian produk politik melalui perantara lain adalah orang-orang berpengaruh dikalangan pemilih (Pass Merketing). Sasaran Pass Marketing bisa berupa pemberian dukungan baru, peneguhan dukungan, pembentukan sikap netral atau sekadar mengurangi penolakan.

Agar berjalan terkendali sesuai sasaran, proses political marketing perlu dipandu dengan Polling dan riset yang lain. Tanpa riset, pemasar tidak tahu ke mana arah yang akan dituju, apa yang harus disampaikan, sekarang sudah sampai mana dan mana yang harus diubah atau diteruskan.

June 25, 2008

Mesin Baru, Semangat Baru

xp-3204t

“alhamdulillah, mesin yang kita tunggu itu sudah datang, dan insya Alloh minggu ini juga akan kita lakukan installasi dan test print” itulah yang dikatakan Bang Haji (Pudji) saat meeting Senin minggu lalu. Yang dimaksud Bang Haji adalah mesin digital printing buatan Korea bermerk dagang DGI. Mesin ini sangat terkenal di kalangan pelaku bisnis grafika.

Revolusi industri grafika telah banyak mempengaruhi bisnis periklanan terutama outdoor. di dulu, orang bikin billboard harus melawati waktu pengerjaan yang panjang. Mulai dari konsep, hingga pengecatan papan berukuran besar yang dilakukan secara manual seperti cat duco. Pada fase berikutnya masa-masa sulit tadi telah tergantikan oleh mesin , tapi pasti biayanya akan sangat malah soalnya nge-print di media logam. era 90an muncullah mesin digital printing dengan format besar (large format digital printing). Dengan adanya mesin ini, pengerjaan reklame bisa dilakukan dengan waktu yang jauh lebih singkat dan biaya yang murah. Selain itu kualitas gambar yang mendekati sempurna dan juga tahan lama. Itulah yang membuat para pelaku bisnis banyak beralih ke media ini. Kelebihan lainnya, kita bisa mudah menggonta-ganti materi sesuai keinginan.

DGI XP-3204T

Kreanova kini memiliki mesin digital printing DGI tipe XP-3204T yang memiliki kemampuan cetak hingga 25m2 per jam dengan lebar 3.2 m. Mesin ini bisa digunakan untuk mencetak berbagai macam commercial banner dengan kedalaman warna hingga 1.360dpi. Dengan demikian, kini Kreanova telah melengkapi diri dengan persenjataan grafika setelah sebelumnya membangun fasilitas mesin cetak offset.